DMR 5000s adalah salah satu produk dari NEC corporation. Produk NEC antara lain Pasolink V4, Pasolink Neo, Pasolink-+ STM-1, dan DMR 5000s. DMR 5000s SDH dirancang untuk transmisi level STM-1 atau carrier optik Level 3 (OC-3). DMR 5000S beroperasi pada frekuensi band 4 hingga 11 GHz menggunakan 64 atau 128 QAM.dan kapasitas transmisi STM-1 atau OC3 per channel.
Berikut spesifikasi dari DMR 5000s :
1. Kapasitas STM-1 (155,5 Mbps).
2. N+1 (N = 1-9)
3. N+0 (N = 1-10)
4. 1+1 Twin path
5. 1+1 Hot Standby
6. 2+0 CCDP (co- Channel Dual Polarized transmission with XPIC)
Semua tentang dunia telekomunikasi, antara lain fiber optik, SDH, PDH, Radio Microwave, BTS, GSM, CDMA, DCS 1800, VSWR, Site Master, BER TEST, Drive Test
Selasa, 13 Maret 2012
Rabu, 22 Februari 2012
RTN 600 Tutorial Guide
OPTIX RTN 600 TDM/ Hybrid adalah transmisi microwave digital untuk packet data. OPTIX RTN 600 terdapat dalam 2 model yaitu RTN 620 untuk site access dan RTN 605 untuk end site. Air interface optix RTN 620 support 7 MHz sampai 56 MGz dan modulasi hingga 256 QAM. Air interface TDM dapat dikonfigurasi dari 4E1 hingga 75 E1. RTN 620 lebih flexibel, karena crossconnect by software sehingga tidak membutuhkan DDF untuk crossconnect fisik kecuali untuk interkoneksi dengan perangkat yang lain, semisal NEC dan Ericsson.
Optix RTN 600 adalah sistem transmisi radio microwave short Haul.Masing - masing RF carrier dari RTN 600 bisa mentransmit 4/8/16 E1 hingga 1 STM-1 pada frekuensi 7 - 38 GHz.
Feature RTN 620 :
1. 1+1 HSB protection
2. 1+1 SD protection
3. 1+1 FD protection
4. SNCP Protection
5. PXC Active/ Standby Protection
1+1 HSB protection disebut juga dengan Hot Standby Protection.
1+1 SD Protection
Konfigurasi dari 1+1 Space Diversity yaitu 2 IF Board, 2 coaxial kabel, 2 ODU, dan 2 antenna. Kedua ODU harus menggunakan Sub Band yang sama, dan priority-nya sama ( Low - Low atau High - high ). Switching ODU tidak memberi effect pada link transmisi.
1+1 Frequency Diversity
Konfigurasi dari 1+1 Frekuensi diversity terdiri dari 2 Board IF, 2 Coaxial, 2 antenna/1antenna dengan coupler, 2 ODU. Masing -masing ODU harus menggunakan Sub Band Frekuensi yang berbeda dan priority high-low yang berbeda pula. Switching ODU tidak mempengaruhi service.
Mengukur VSWR menggunakan Site Master
VSWR adalah perbandingan antara level sinyal yang dipancarkan dengan level sinyal yang kembali karena missmatch impedansi pada saluran transmisi. Missmatch dapat terjadi karena adanya sambungan dalam saluran transmisi.
Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengukur VSWR, salah satunya adalah menggunakan Site Master Anritsu S332B. Dengan alat ini kita bisa mendapatkan nilai VSWR yang akurat dimana nilai tersebut dapat disimpan pada Site Master.
Peralatan yang dibutuhkan untuk pengukuran yaitu :
1. Site Master S332B, S331 D
2. Alat kalibrasi Open, short dan Load
Gbr. Alat Kalibrasi Open Short dan Load
Prosedur untuk pengukuran VSWR :
1. Setting Frekuensi
Untuk GSM 900, uplink 890 - 915 MHz dan downlink 935 - 960 MHz. Jadi frekuensi yang perlu
diinputkan 890 - 960. Untuk DCS 1800, uplink 1710 -1785MHz dan downlink 1805 - 1880 MHz,
frekuensi yang perlu diinputkan yaitu 1710 - 1880 MHz.
2. Setting tipe kabel feeder, kemudian menginputkan Prop. Velocity dan Cable Loss. Contoh tipe kabel
Andrew LDF7-50A Heliax, LDF5-50A Heliax
3. Pengukuran VSWR, Return Loss, DTF ( Distance to Fault ).
Untuk troubleshoot VSWR paling mudah melihat DTF dan VSWR. Untuk NTS standard VSWR 1,3 dan untuk DTF 1,05. Dengan melihat DTF kita bisa melihat VSWR terjadi pada jarak berapa pada kabel feeder.
Klik link di bawah untuk Download sofware site Master Anritsu S331D
http://adfoc.us/18767734642249
Jangan ragu ragu kalau mau tanya apa aja masalah telekomunikasi...
Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengukur VSWR, salah satunya adalah menggunakan Site Master Anritsu S332B. Dengan alat ini kita bisa mendapatkan nilai VSWR yang akurat dimana nilai tersebut dapat disimpan pada Site Master.
Peralatan yang dibutuhkan untuk pengukuran yaitu :
1. Site Master S332B, S331 D
2. Alat kalibrasi Open, short dan Load
Gbr. Alat Kalibrasi Open Short dan Load
Prosedur untuk pengukuran VSWR :
1. Setting Frekuensi
Untuk GSM 900, uplink 890 - 915 MHz dan downlink 935 - 960 MHz. Jadi frekuensi yang perlu
diinputkan 890 - 960. Untuk DCS 1800, uplink 1710 -1785MHz dan downlink 1805 - 1880 MHz,
frekuensi yang perlu diinputkan yaitu 1710 - 1880 MHz.
2. Setting tipe kabel feeder, kemudian menginputkan Prop. Velocity dan Cable Loss. Contoh tipe kabel
Andrew LDF7-50A Heliax, LDF5-50A Heliax
3. Pengukuran VSWR, Return Loss, DTF ( Distance to Fault ).
Untuk troubleshoot VSWR paling mudah melihat DTF dan VSWR. Untuk NTS standard VSWR 1,3 dan untuk DTF 1,05. Dengan melihat DTF kita bisa melihat VSWR terjadi pada jarak berapa pada kabel feeder.
Klik link di bawah untuk Download sofware site Master Anritsu S331D
http://adfoc.us/18767734642249
Jangan ragu ragu kalau mau tanya apa aja masalah telekomunikasi...
Minggu, 19 Februari 2012
DRIVE TEST
Drive Test yaitu collect Data untuk menguji apakah suatu Cell BTS memiliki kualitas yang sesuai perencanaan dalam hal RX Level dan RX Quality. Adapun perangkat - perangkat yang digunakan untuk drive test yaitu GPS, Handset, Peta digital, dan software drive test antara lain Nemo dari Nokia, TEMS Investigation dari Errickson, Genex Probe & Assistance dari Huawey.
Parameter - Parameter Drive Test GSM:
1. BCCH (Broadcast Control Channel) yaitu downlink BTS - MS, pada GSM yaitu 890 - 915 MHz
2. ARFCN (Absolute Radio Frequency Channel) yaitu Penomoran frekuensi untuk memudahkan. Satu channel 200 KHz.
3. BSIC (Base Station Identity Code) merupakan identitas masing - masing BTS dimana tiap BTS memiliki BSIC tersendiri.
Fungsi BSIC untuk membedakan Coverage BTS yang memiliki frekuensi yang sama dalam reuse Frekuensi.
4. CGI terdiri atas : a.MCC / Mobile Country Code, klo Indonesia pakenya 510
5. RX Level yaitu daya yang diterima MS makin besar makin bagus. Satuan daya yang dipakai dalam dB \
6. RX Qual yaitu tingkat kualitas sinyal yang diterima MS, memiliki rentang (0-7) bila pakai TEMS, dan 1-5 bila pakai
NEMO. Untuk TEMS istilahnya SQI(Speech Quality Index) dan untuk Nemo MOS (Mean Opinion Score)
7. TA(Timing Advance) = jarak antar MS dengan BTS (rentang dari 0-8), makin besar nilainya makin jauh
8. Speech Codec = adalah indikator speech codec yang dialami oleh MS. Terdiri dari EFR (Enhanced Full Rate), HR (Half
Rate), FR (Full Rate) maupun Adaptive Multi Rate (AMR-FR & AMR-HR).
9. CI : Cell Id, parameter ini yg hrs diperhatikan agar tidak salah site ketika ingin melakukan drive test karena
setiap cell punya kode ID masing
Jumat, 17 Februari 2012
FIBER OPTIK
Speed : Teknologi jaringan Fiber Optik beroperasi pada kecepatan yang tinggi yaitu Gigabit/s.
Bandwidth : Mampu membawa kapasitas dalam jumlah besar
Distance : Sinyal dapat ditransmisikan lebih jauh tanpa penguatan
Resistance : Lebih tahan terhadap noise
Fiber Optik adalah teknologi yang lebih bagus daripada teknologi kawat tembaga sebagai media saluran transmisi. Teknologi fiber optik digunakan untuk jaringan backbone ( kapasitas tinggi ). Teknologi fiber optik sama seperti teknologi kawat tembaga hanya saja teknologi fiber optik menggantikan teknologi kawat tembaga. Beda antara fiber optik dan copper wire yaitu fiber optik menggunakan sinyal cahaya untuk mentransmisikan sinyal sedangkan copper wire menggunakan sinyal listrik. Dengan melihat komponen - komponen yang menyusun rangkaian sistem fiber optik akan mempermudah pemahaman bagaimana fiber optik bisa lebih baik daripada sistem kawat tembaga / copper wire.
Salah satu ujung dari sistem adalah transmitter. Ini adalah tempat awal masuknya sinyal informasi ke dalam fiber optik. Transmitter menerima sinyal elektris dari kawat tembaga kemudian mengkonversinya menjadi sinyal cahaya dengan isi informasi yang sama menggunakan LED (Light Emitting Diode).
Transmisi sinyal melalui fiber optik bisa diasumsikan seperti gulungan karton yang panjang dimana bagian dalamnya dilapisi dengan lapisan kaca. Sehingga apabila salah satu ujungnya diberi cahaya maka cahaya itu akan keluar di ujung yang lain.
Bagian - bagian fiber optik :
1. Core ( inti ) yaitu kaca tipis yang merupakan bagian inti dari fiber optik dimana pengiriman sinyal
dilakukan.
2. Cladding yaitu bagian yang mengelilingi inti yang berfungsi untuk memantulkan sinyal.
3. Buffer coating yaitu plastik pelapis yang melindungi fiber dari kerusakan.
Terdapat 2jenis fiber optic :
1. Single mode fibre
Bandwidth : Mampu membawa kapasitas dalam jumlah besar
Distance : Sinyal dapat ditransmisikan lebih jauh tanpa penguatan
Resistance : Lebih tahan terhadap noise
Fiber Optik adalah teknologi yang lebih bagus daripada teknologi kawat tembaga sebagai media saluran transmisi. Teknologi fiber optik digunakan untuk jaringan backbone ( kapasitas tinggi ). Teknologi fiber optik sama seperti teknologi kawat tembaga hanya saja teknologi fiber optik menggantikan teknologi kawat tembaga. Beda antara fiber optik dan copper wire yaitu fiber optik menggunakan sinyal cahaya untuk mentransmisikan sinyal sedangkan copper wire menggunakan sinyal listrik. Dengan melihat komponen - komponen yang menyusun rangkaian sistem fiber optik akan mempermudah pemahaman bagaimana fiber optik bisa lebih baik daripada sistem kawat tembaga / copper wire.
Salah satu ujung dari sistem adalah transmitter. Ini adalah tempat awal masuknya sinyal informasi ke dalam fiber optik. Transmitter menerima sinyal elektris dari kawat tembaga kemudian mengkonversinya menjadi sinyal cahaya dengan isi informasi yang sama menggunakan LED (Light Emitting Diode).
Transmisi sinyal melalui fiber optik bisa diasumsikan seperti gulungan karton yang panjang dimana bagian dalamnya dilapisi dengan lapisan kaca. Sehingga apabila salah satu ujungnya diberi cahaya maka cahaya itu akan keluar di ujung yang lain.
Bagian - bagian fiber optik :
1. Core ( inti ) yaitu kaca tipis yang merupakan bagian inti dari fiber optik dimana pengiriman sinyal
dilakukan.
2. Cladding yaitu bagian yang mengelilingi inti yang berfungsi untuk memantulkan sinyal.
3. Buffer coating yaitu plastik pelapis yang melindungi fiber dari kerusakan.
Terdapat 2jenis fiber optic :
1. Single mode fibre
Mempunyai
inti yang kecil (berdiameter 0.00035 inch atau 9 micron) dan berfungsi
mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 1300-1550
nanometer)
2. Multi mode fibre
Mempunyai
inti yang lebih besar(berdiameter 0.0025 inch atau 62.5 micron) dan
berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 850-1300
nanometer)
TIPE - TIPE CONNECTOR FIBER OPTIK
TIPE - TIPE CONNECTOR FIBER OPTIK
Rabu, 15 Februari 2012
DCS 1800
DCS 1800 adalah GSM yang beroperasi pada frekuensi 1800 MHz, dengan frekuensi Uplink 1710 - 1785 dan frekuensi downlink 1805 - 1880. DCS 1800 dikembangkan karena GSM 900 yang memiliki 124 kanal tidak mencukupi. Lebar bandwidth DCS 1800 sebesar 75 MHz, dimana lebar kanal sama dengan GSM yaitu 200 KHz sehingga terdapat 375 kanal.
GSM 900
GSM 900 beroperasi pada frekuensi 900 MHz dimana upink 890 - 915 MHz dan frekuensi downlink 935 - 950. Sebelumnya kita bahas dulu apa itu frekuensi uplink dan downlink. Frekuensi uplink adalah frekuensi yang dipancarkan MS ke BTS sedangkan frekuensi downlink adalah frekuensi yang dipancarkan BTS ke MS. Uplink menggunakan frekuensi yang lebih rendah daripada downlink agar MS tidak membutuhkan daya yang besar untuk memancarkan sinyal. Lebar bandwidth GSM 900 adalah 25 MHz dimana lebar setiap kanal 200 kHz, sehingga pada GSM 900 terdapat 125 Kanal. 1 Kanal digunakan sebagai Signaling dan 124 kanal digunakan untuk voice.
Frekuensi Reuse
Frekuensi Reuse adalah penggunaan kembali frekuensi yang sama di area berbeda dengan mempertimbangkan effect interferensi. Frekuensi reuse dilakukan karena keterbatasan frekuensi, keterbatasan coverage area cell, menambah jumlah kanal frekuensi, dan untuk efisiensi frekuensi yang dimiliki. Tiap cell di setting pada satu kanal ARFCN. Antara cell - cell yang bersebelahan tidak boleh menggunakan frekuensi yang sama atau berdekatan.
Arsitektur GSM
Arsitektur GSM terdiri dari 4 subsistem :
1. MS (Mobile Station) yaitu perangkat telekomunikasi yang digunakan oleh user.
2. BS (Base Station ) terdiri dari BTS ( Base Transceiver Station ) dan BSC ( Base Station Controller ).
Fungsi dari BTS adalah mengirim dan menerima sinyal dari MS. Sedangkan fungsi dari BSC adalah
mengontrol semua BTS yang terhubung kepadanya.
3. Network Sub System
Komponen - komponen network sub system yaitu MSC, HLR, dan VLR. MSC
( Mobile Switching Centre ) adalah pusat dari arsitektur GSM. MSC berfungsi untuk mengontrol semua
BSC - BSC dan interkoneksi. HLR berfungsi menyimpan data permanent pelanggan, sedangkan VLR
menyimpan data sementara pelanggan.
4. OSS ( Operation and Support System )
Tugas OSS adalah mengontrol, mengawasi, dan pengembangan jaringan. Contoh fault management dan
configuration management.
1. MS (Mobile Station) yaitu perangkat telekomunikasi yang digunakan oleh user.
2. BS (Base Station ) terdiri dari BTS ( Base Transceiver Station ) dan BSC ( Base Station Controller ).
Fungsi dari BTS adalah mengirim dan menerima sinyal dari MS. Sedangkan fungsi dari BSC adalah
mengontrol semua BTS yang terhubung kepadanya.
3. Network Sub System
Komponen - komponen network sub system yaitu MSC, HLR, dan VLR. MSC
( Mobile Switching Centre ) adalah pusat dari arsitektur GSM. MSC berfungsi untuk mengontrol semua
BSC - BSC dan interkoneksi. HLR berfungsi menyimpan data permanent pelanggan, sedangkan VLR
menyimpan data sementara pelanggan.
4. OSS ( Operation and Support System )
Tugas OSS adalah mengontrol, mengawasi, dan pengembangan jaringan. Contoh fault management dan
configuration management.
Kamus Telekomunikasi
Daftar Istilah Telekomunikasi :
MS = Mobile Station
BTS = Base Transceiver Station
BSC = Base Station Controler
MSC = Mobile Switching Centre
Air Interface = Interface yang menghubungkan MS dan BTS
Abis Interface = Interface yang menghubungkan antar BTS
GSM = Global System for Mobile Communications
FDMA = Frequency Division Multiple Access
TDMA = Time Division Multiple Access
CDMA = Code Division Multiple Access
DCS = Digital Celluler System
DCS = Digital Celluler System
Minggu, 29 Januari 2012
GSM ( Global System for Mobile Communications )
GSM ( Global System for Mobile Communications ) adalah standar telekomunikasi bergerak yang dikembangkan oleh ETSI ( Europe Telecommunication Standard Institute ). GSM menggunakan sistem digital yang dikembangkan sebagai pengganti sistem Telekomunikasi analog. Sistem transmisi yang digunakan adalah TDMA ( Time Division Multiple Access ) yang merupakan pengembangan dari FDMA ( Frequency Division Multiple Access ) dimana frekuensi masih dibagi lagi dalam slot waktu. Masing - masing pengguna menggunakan slot waktu tersendiri sehingga memungkinkan pengguna menggunakan frekuensi yang sama secara bersamaan.
Langganan:
Postingan (Atom)